Tampilkan postingan dengan label Satrio Pandu B D1810088. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satrio Pandu B D1810088. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

The Fighter


Memiliki gaya kepemimpinan populis dengan karakter yang disukai banyak orang memang menyenangkan. Itulah yang pernah coba terfikir oleh saya dalam beberapa kesempatan perenungan mencari sosok pemimpin sejati. Banyak contoh yang bisa diambil, yang paling mendekati adalah kepemimpinan SBY masa kini. Gaya seperti ini banyak dipakai dewasa ini, bisa mungkin karena kebutuhan bangsa atau banyak orang yang terlalu takut untuk jatuh.
Pohon yang lebih tinggi memang lebih gampang untuk roboh, bahakan kadang tanpa harus ada angin puting beliung pun pohon tersebut bisa roboh. Sekilas, terlihat bahwa penyebab robohnya pohon tersebut adalah sang angin, namun seperti  yang dikatakan dalam novel “Daun yang jatuh tak pernah membenci angin“, ungkapan tersebut sangat tepat, karena penyebab robohnya suatu pohoon adalah kesalahan arah tumbuh, sehingga pohon tidak seimbang dan sangatlah mudah untuk dirobohkan. Begitu pula sebuah kepemimpinan, semakin tinggi kepemimpinan yang dipegang, jika salah strategi dalam mempin akan sangat mudah dihancurkan. Bukan karena serangan yang datang begitu dahsyat, namun lebih sering dikarenakan strategi kepemimpinan yang salah.
Saya adalah salah satu orang yang menganut faham “suka nggak suka, asalkan tetap pada rel yang benar, ayo tetap jalan“. Tak perlu takut untuk tidak disukai orang lain, karena belum tentu apa yang orang lain suka itulah yang kita butuhkan. Sama halnya seperti saat kita sedang sakit. Obat yang diberikan memang pahit dan kita pasti tidak menyukainya, namun itulah yang kita butuhkan.
Jadilah tipe petarung, yang tidak hanya bergerak berdasarkan banyaknya orang yang menyukai apa yang kita lakukan, tapi berdasarkan ilmu yang benar dan memiliki dasar yang kuat dan jelas. Namun semua itu bukan berarti kita tidak menerima kritik dan saran orang lain, tapi tidak pula semua kritik dan sran kita terima. Be creative, be constructive, be a leader.

Mimpi Tak Pernah Ditenggelamkan Kondisi


Terlahir di kawasan pedesaan memang membuat orang cenderung memilih jalan kehidupan yang sederhana, tanpa mimpi yang muluk-muluk. Itu juga yang membuat banyak keluarga saya memilih jadi PNS, dan rata rata tetangga saya memilih untuk menjadi OB di kapal pesiar. Lalu apakah sang pemimpi akan menghentikan langkahnya ketika menghadapi kondisi yang seperti itu ??
Pada cerita laskar pelangi, bahkan diceritakan Andrea Hirata lahir di daerah belitong, daerah terpencil di lepas pantai timur sumatera. Atau Iwan Setyawan penulis bukui 9 Summer 10 Autums, ia lahir di daerah terpencil di malang dalam lingkungan keluarga miskin. Masih banyak contoh lain dari sang pemimpi sejati, yaitu mereka-mereka yang tak mampu bendung oleh apapun untuk merealisasikan mimpi-mimpinya.
Di SMA saya dulu, kondisinya sama seperti orang-orang di desa saya. Sedikit sekali siswa yang berani untuk bermimpi, sedikit pula guru-guru yang mau memotivasi murid-muridnya untuk bermimpi. Dalam kondisi seperti ini siapa yang dikoreksi habis-habisan ?? Guru ? Orang Tua ? Murid itu sendiri ? atau bahkan bangsa ini, yang kata Soekarno adalah bangsa kuli.
Lingkungan ibarat enzim yang mampu mengakatalisis pribadai menjadi pribadi yang jauh lebih baik, namun bukankah substrat yang diubah menjadi produk adalah pribadi itu sendiri ??
Satu satunya syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpi tangguh adalah semangat dan etos kerja luar biasa, yang tak terbendung oleh situasi, kondisi, dan keterbatasan apapun. Semangat tidak hanya dimunculkan dari dalam diri, namun semangat tersebut haruslah mampu dialirkan dari keberadaan orang lain, dari kepedulian terhadap lingkungan, dan kemauan untuk membawa perubahan. Dengan begitu Mimpi tak akan pernah tenggelam oleh kondisi.


Selasa, 26 Juni 2012

Melihat Negara Kita yang Semakin Kacau dan Tidak Jelas Arah Tujuannya


Kalau kita lihat dari wilayah negara kita yang sangat luas, dan sangat akan kaya sumber daya alamnya. Yang tidak akan habis jika di menfaatkan semaksimal (denga memperhatikan lingkungan) mungkin dan sebaik mungkin. Pasti masyarakat kita makmur, sejahtera, dan bahagia. Namun itu malah sebaliknya, banyak masyarakat yang tidak sejahtera, tidak dapat merasakan kekayaan kita, yang jelas banyak yang kehudupannya dibawah taraf makmur. Dimanakah kekayaan alam yang melipah itu? Dengan kekayaan itu harusnya dapat menyejahterakan masyarakatnya.
Dapat kita lihat saat ini banyak orang kaya semakin kaya orang miskin semakin miskin. Pemerintah itu kalau di di ibaratkan dalam sebuah keluarga adalah orang tua masyarakatnya adalah anak-anaknya. Namun mengapa ada kesenjangan sosial. Harusnya kita susah – susah bersama bersenang-senang bersama, pemerintahan tidak memilih kasih. Orang tua itu akan memberikan yang terbaik terhadap anaknya, supaya anaknya itu bisa sukses (bukan berarti kaya raya), apapun akan di lakukan demi anaknya agar anak-anaknya tidak menderita, tidak sengsara hidupnya. Mereka lebih memikirkan “ dari pada anakku yang susah dan sengsara lebih baik saya yang susah, sengsara”. Mereka rela berkorban demi anaknya, untuk menyekolahkan anaknya setiggi mungkin mereka rela menjual harta warisannya, rela bekerja keras untuk menyekolahkan anaknya. Namun apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini? Banyak masyarakat kita yang miskin, sengsara namun tidak di perdulikan.
Saya sangat mengagumi Cina. Walau dulu mereka di pandang hanya sebelah mata, namun karena kegigihan pemerintahan yang lebih mementingkan kesejahteraan masyarakatnya mereka sanggup bangkit dan merangkak menjadi negara yang memiliki kekuasaan. Seharusnya Indonesia bisa mencontoh hal tersebut. Mari kita benahi negara kita. Bulatkan tekad agar negara kita bisa semakin berkembang. Kita benahi sistem pendidikan kita,buang sifat-sifat tidak baik, kita benahi moral,martabat generasi-generasi anak muda kita. Walaupun kita harus meminjam dana dari luar negeri, itu tidak apa-apa, yang terpenting negara kita bisa berjalan di jalan yang tepat kearah kemajuan.
Beri hukuman mati kepada pejabat-pejabat yang korupsi. Hilangkan sifat malas kita, kita pupuk jiwa nasionalisme,gotong royong,persatuan,dan kepemimpinan pada anak muda. Kita urusi dahulu negara kita. Urusan luar negeri kita duakan. Insyaalah kalau ada tekad pasti ada jalan dan ada pintu perubahan yang menanti.

Senin, 25 Juni 2012

HILANGNYA RASA KEKELUARGAAN, PERSATUAN DAN KESATUAN MASYARAKAT INDONESIA TERCINTA


Dahulu kita terjajah selama 21/2 abad oleh belanda, dan kita juga dijajah oleh Portugis, Spanyol, Inggris, dan Jepang. Kita bersusah payah agar terlepas dari penjajahan yang sangat kejam itu, negara yang terdiri dari beberapa pulau yang tersebar dapat bersatu dan menyatukan faham kesatuan agar dapat melawan penjajah. Tidak henti-hentinya pejuang kita berusaha melawan para penjajah. Tidak sedikit yang menjadi korban dan meninggal di medan pertempuran. Namun itu semua hanya demi tanah air/bumi pertiwi kita.


Namun rasa kekeluargaan dan persatuan dan kesatuan kita semakin luntur dan bahkan menghilang. Dahulu kita bertempur dan bertarung melawan penjajah, namun saat ini kita malah sering bertempur , tawuran sesama warga negar Indonesia. Dapat kita lihat saat-saat ini banyak generasi-generasi kita yang terlibat tawuran,padahal hanya permasalahan sepele. Tidak smp,smu,mahasiswa, masyarakat mereka hanya mengandalkan ego dan otot mereka tanpa memiliki rasa sabar, jiwa besar, lapang dada. Sangat mudah memprofokasi masyarakat kita, hanya dengan kata-kata spele saja mereka dapat saling menjatuhkan, memukul, bahkan salinh membunuh.



Dimana sikap kekeluargaan kita, sikap tenggangrasa kita, apakah nilai-nilai norma sudah luntur bahkan menghilang dari hati masyarakat kita? Banyak dari kita saling mengolok-olok saling mengejek karena hal-hal tidak penting. Padahal yng kita peributkan itu biasa-biasa saja. Banyak orang kehilangan rasa sopan santun mereka, pada yang lebih tua tidak menghormati, sedangkan yang lebih tua tidak menghargai yang lebih muda. Dimana para anak kecil yang seharusnya masih polos sudah tahu hal yang seharus tidak ia ketahui. Dimana para anak-anak SD yang sudah mulai berani membantah orangtua. Dimana para murid remaja sudah melupakan kewajibannya dan berbuat hal-hal yang dilarang. Dan parahnya, hampir di seluruh Indonesia ini, tidak dapat bersatu. Mereka membeda-bedakan, dari hal-hal seperti agama dan bahkan sampai warna kulit. Sungguh menyedihkan. Mana persatuan di negara kita? Jika terus begini, bangsa Indonesia tak akan bisa menjadi negara yang lebih baik bahkan semakin jatuh dari tempatnya
Sekarang apakah perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raganya akan diisi dengan hal-hal yang seperti ini? Kita, para pemuda bangsa Indonesia, seharusnya mau menghargai dan memperjuangkan isi dari Sumpah Pemuda. Kita sebagai generasi muda, penerus bangsa, seharusnya mau mangamalkan pancasila dan berusaha membawa negara ini menjadi yang lebih baik nantinya. Tetapi, apakah itu akan terjadi? Jawabannya ya dan tidak, semuanya itu tergantung dari perbuatan kita sekarang dan masa depan. Apakah kita akan berusaha demi negara ini atau tidak? Bila kita ingin berusaha lakukanlah yang terbaik. Perjuangkanlah negara ini dengan jiwa dan raga.

Berapa Lama Bumi Ini dapat Bertahan


Dulu bumi ini hijau dan sangat alami. Bermacam-macam tumbuhan dan hewan  hidup di permukaan bumi ini. Mereka saling terkait dan saling melindungi. Namun itu semua telah berubah, bumi kita telah semakin rusak, hutan semakin sedikit, laut semakin meluap dan tercemar, tanah sudah hampir kehilangan unsur haranya. Itu semua karena berkembangnya manusia yang tidak bertanggung jawab.
Kita lihat negara kita (Indonesia). Negara kita dahulu kaya akan sumberdaya alam, negara kita adalah paru-paru dunia, tanah kita sangat luas dan dapat di tanam bermacam-macam tumbuhan,sayur-sayuran, dan sebagainya. Namun dapat kita lihat akhir-akhir ini, Indonesia yang merupakan wilayah agraris lautannya tercemar, hutan kita semkin gundul, banyak tanah-tanah yang mulai tandus karena kekurangan air. Siapa yang harus disalahkan atas semua ini? Banyak orang menyalahkan pemerintah, namun mereka tidak mau disalahkan.
Ini adalah tempat tinggal kita, tanah air kita, dimana kita dilahirkan. Kita sudah diberikan rahmat oleh ALLAH SWT karena telah dilahirkan di negara Gemahripah Loh Jinawi, kita tinggal tidak membayar, tidak sewa, tapi mengapa menjaga tempat tinggal kita saja tidak mau. Banyak orang membuang sampah sembarangan, mulai maraknya pembangunan-pembangunan seperti mall,perumahan, jalan tol, restauran, dll, semakin banyaknya motor/mobil, hutan-hutan yang semakin sedikit karena penebangan liar.
Itu semua hanya atas dasar meteri yang tidak dilandasi pengetahuan akan akibat yang akan ditimbulkan suatu saat nanti. Kadang sulit juga memahami sifat manusia, mereka diperhatikan namun tidak mau memperhatikan, tidak ada timbal balik terhadap lingkungan. Padahal sekarang dampak kerusakan lingkungan sudah sangat terasa. Banyak kota yang terendam banjir saat hujan deras dikarenakan kurangnya daya resap air kedalam tanah dan sungai-sungai yang tersumbat oleh sampah-sampah. Banyak terjadi tanah longsor karena pohon-pohon yang telah ditebangi sehingga tanah tidak ada yang mencengkeram. Dan masih banyak lagi seperti cuaca dan iklim yang tidak menentu, suhu udara yang mulai panas, udara yang mulai tercemar dan masih banyak lagi.
Sebegitu banyaknya tanda-tanda kerusakan lingkungan namun Cuma segelintir orang yang sadar akan lingkungan, banyak orang yang lebih mementingkan materi dari pada memikirkan lingkungan. Mungkin manusia akan tersadar dan menyesali perbuatannya saat bumi benar-benar rusak. Sangat kasihan anak cucu kita yang akan mewarisi bumi yang telah rusak. Apakah kita tega kalau anak cucu kita tidak dapat melihat indahnya pegunungan yang hijau, laut yang berih dan banyk makhluk laut yang ada di dalamnya, dapat merasakan udara dan air yang bersih dan tidak tecemar. Apakah kita akan mewariskan tanah tandus udara dan air yang tercemar, dll. Sungguh naif dan berdosannya kita karena tidak dapat memberikan yang terbaik kepada anak cucu kita.
Kita manusia hanya memikirkan kesenangan pribadi, nafsu dunia yang tidak akan terpuaskan akan kah kesalahan kita akan ditanggung anak cucu kita. Mungkin benar manusia adalah makhluk yang sempurna namun sesempurnannya makhluk hidup tidak ada hewan yang menyakiti bahkan membunuh anak-anaknya hanya demi makanan. Namun manusia yang disebut makhluk yang paling sempurna dari makhluk lain tega mengahncurkan harapan anak cucu nya.
Marilah kita bersama-sama memperbaiki dan mengkoreksi diri kita sendiri jangan saling menyalahkan, karena belum tentu kita lebih benar dari orang lain. Mari kita sama-sama menyelamatkan lingkungan dan bumi pertiwi kita. Biar anak cucu kita bisa merasakan keindahan dan keanggungan ciptaan ALLAH SWT.

Jumat, 22 Juni 2012

Hilangnya Budaya-Budaya Tradisional pada Anak-Anak


Dahulu saat saya kecil (ya kira-kira umur 3th-keatas) IPTEK belum secanggih dan semaju sekarang. Dulu anak-anak biasanya bermain delikan(petak umpet), engklek, main tali, layangan, nekeran, gobak sodor, jamuran dan masih banyak lagi. Walaupun cuma permainan sederhana dan biasa namun permainan itu sangat menyenangkan dan asik sekali. Namun dewasa ini banyak permainan – permainan tradisional yang telah dilupakan dan ditinggalkan, mungkin karena perkembangan jaman yang meningkat cepat membuat permainan tradisional dilupakan bahkan menghilang.


Banyak anak-anak sekarang yang lebih memilih permainan modern seperti playstation, handphone, nonton televisi, bermain laptop, dan lain-lain. Memang kita dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman, namun  tidak harus 100% kita mengikuti perkembangan jaman. Kalau kita mengikuti perkembangan jaman secara menyeluruh, maka dapat dipastikan kebudayaan-kebudayaan tradisional yang telah tercipta berpuluh-puluh tahun akan hilan tak berbekas.
Banyak anak muda sekarang kalau diajak belajar tari, alat-alat musik tradisional, dan lain-lainnya pasti 90% tidak mau, dan pasti bilang males, ngisin-ngisini. Namun kalau diajak nonton di bioskop, pergi ke mall pasti langsung mau banget.
Mungkin generasi muda kita belum benar-benar siap menerima perkembangan jaman atau biasa disebut globalisasi. Dan perlu perkenalan-perkenalan khusus untuk era globalisasi.

Senin, 14 Mei 2012

Jeruk Nipis Tangguh Atasi Maag



Gastritis atau radang lambung lebih dikenal dengan sebutan penyakit maag. Pada penderita radang lambung atau maag, dijumpai adanya suatu iritasi atau infeksi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan berparut atau luka. Selain luka pada dinding lambung, juga luka pada usus 12 jari.


Serangan pada lambung sendiri dapat bersifat akut atau kronis. maag kronis sering terjadi di kalangan orang tua dan penderita anemia fatal. Hal ini sering dapat menimbulkan peradangan di seluruh lapisan dinding lambung.  maag dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. maag dapat menimbulkan pendarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung, penderita akan muntah yang mengandung darah yang berwarna cokelat seperti kopi.

Pada penderita maag akut, sering mengeluhkan adanya suatu gejala dengan perasaan lambung tak enak, kram perut, indigesti, nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari.  Sedangkan pada penderita maag kronis mempunyai gejala yang sama atau rasa tak nyaman yang ringan. Sering kali gejala tersebut menjadi samar-samar, seperti tidak toleran terhadap makanan berlemak atau pedas. Bahkan bisa saja bila terjadi serangan ringan akan dapat diatasi dengan makan.

Meski kerap dipandang enteng, penyakit maag alias gastritis menjadi masalah dunia. Pada 2005, Melanie Weck dan Hermann Brenner dari Pusat Riset Kanker Jerman di Heidelberg, Jerman,` meriset penderita sakit maag di negara-negara di Asia, Amerika, Australia, dan Eropa. Mereka menjumpai kasus maag di Asia-Jepang, China, dan Iran, diderita lebih dari 50% populasi penduduk dan hampir setengahnya dialami orang berusia 25-55 tahun alias usia produktif.

Moraes TM dan rekan-rekan dari Department of Physiology Sao Paulo State University, Brasil, menemukan bahwa sari jeruk nipis mengandung zat yang merangsang kelenjar di permukaan dinding lambung untuk memproduksi lendir. Lendir itu melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat gesekan. Hasil riset mereka menunjukkan 99% tikus yang dirangsang dengan etanol absolut dan obat nonsteroid NSAID tidak mengalami kerusakan lambung berkat pemberian sari jeruk nipis.

Hasil riset lain oleh Smail Aazza dan koleganya dari Faculty of Sciences, University Sidi Mohamed Ben Abdallah, Maroko dan University of Algarve, Portugal, mendapati zat linalol dan linalil asetat sebagai zat antioksidan yang melindungi jaringan tubuh dari kerusakan. Di tanah air, buah tanaman kerabat kemuning itu lazim digunakan untuk mengatasi jerawat, merapatkan pori-pori, sampai mengurangi lemak tubuh. Maria Margaretha Andjarwati, herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, biasa meresepkannya untuk mengatasi batuk.

Jeruk nipis mengandung berbagai senyawa aktif seperti asam sitrat, asam amino, glikosida, sampai vitamin seperti B1 dan C. K Heyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia menyebutkan, buah tanaman anggota famili Rutaceae itu lazim dimanfaatkan untuk merangsang keluarnya dahak pada penderita batuk berdahak. Belum ada yang menyebutkan pemanfaatannya untuk mengatasi sakit mag. Itu sebabnya dr Akrom menekankan agar penderita mencari dosis yang tepat sehingga kesembuhan lekas tercapai.


Semua penyakit itu sebenarnya terjadi karena kesalahan kita, kita yang membiarkan penyakit hinggap ke tubuh kita. Maka dari itu sayangilah tubuh,raga kita sebaik-baiknya. :)
sumber : www.trubus-online.co.id

Meramu Obat Herbal Pencegah Keguguran Kandungan


 Banyak ibu atau calon ibu mengalami keguguran karena  infeksi TORCH (Toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex virus). Jika hal itu yang Anda atau kerabat Anda alami, gunakan ramuan herbal yang terbukti bisa mengatasi infeksi TORCH yang menjadi penyebab kegagalan kehamilan. Sekadar catatan, artikel ini saya ambil dari trubus-online.co.id
Infeksi TORCH menyebabkan keguguran dan kelainan bawaan pada bayi seperti kebutaan, pembesaran kepala, tuli, bentuk anggota tubuh tidak sempurna dan cacat bawaan lainnya. Saat hamil perempuan sebaiknya memeriksakan diri untuk mengetahui keberaan TORCH. Sebab, penyakit itu datang tanpa keluhan.

Ibu hamil yang terserang virus rubella mungkin merasakan gejala seperti campak, demam, flu, dan timbul bercak pada tubuh. Bila terserang herpes timbul bulatan-bulatan kecil yang berkumpul menjadi satu layaknya herpes pada umumnya, tapi terdapat di daerah organ reproduksi. Pada toxoplasma dan cytomegalovirus kerap tidak merasakan adanya keluhan.
Pemeriksaan TORCH untuk mengetahui nilai Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Bila nilai IgG positif, sedangkan IgM negatif maka infeksi telah lama terjadi. Bila IgG negatif dan IgM positif maka infeksi baru saja terjadi. Namun, bila keduanya positif maka infeksi sedang dalam tahap penyebaran, tetapi belum terlalu lama. Dokter biasanya memanfaatkan antara lain isoprinocin, repomicine, valtrex, spiromicine, spiradan, acyclovir, dan azithromizsin untuk mengatasi TORCH.


Obat Herbal Pencegah TORCH

Untuk mengatasi TORCH. Kita dapat meracik obat herbal itu antara lain rimpang temumangga dan temuputih untuk menjaga sistem hormon, daun sambiloto untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sirih untuk menangkal bakteri. tambahkan pulosari, buah mengkudu, dan ciplukan pada ramuan itu dan meraciknya dalam serbuk berdosis 50 – 70 gram. Jumlah herbal cukup banyak untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus, menekan pertumbuhan virus, serta mengoptimalkan kerja setiap organ tubuh. Ramuan herbal diracik untuk meningkatkan antibodi dan menjadi benteng pertahanan tubuh dari serangan virus. Pengobatan herbal itu bersifat menyeluruh tidak terpaku pada satu penyakit saja. Oleh sebab itu herbal pendamping sangat diperlukan untuk saling menyokong mempercepat penyembuhan.
Tak ada satu jenis obat yang ampuh menyembuhkan suatu penyakit. Semua pasti berpadu dengan jenis obat lain, termasuk herbal. Lalu merebus serbuk herbal seperti diatas itu dalam 2 gelas air hingga mendidih, mendiamkannya sejenak agar serbuk mengendap, menyaring, dan meminumnya dua kali sehari. Ia meminum racikan herbal itu selama 3 bulan berturut-turut.
Herbal mampu meningkatkan daya tahan tubuh pasien, memperbaiki sel dan merangsang antibodi. Bila daya tahan tubuh baik maka antibodi yang terbentuk dalam tubuh mampu bekerja dengan baik pula untuk menangkal setiap gangguan yang datang pada tubuh termasuk virus.
Sumber                  :  trubus-online.co.id

Minggu, 29 April 2012

Pustakawan Harus Bisa Memanfaatkan Kemajuan Teknologi




Informasi meliputi produk intelektual manusia baik tercetak maupun dalam bentuk elektronik. Di dorong oleh kebutuhan informasi , di mana mereka menginginkan hasil penelusuran secara cepat, tepat, dan mudah. Telah terjadi pergeseran orientasi kebutuhan pemustaka akan informasi berbasis teknologi seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Di era teknologi saat ini pemustaka membutuhkan informasi secara cepat, tepat, dan mudah melalui internet.
Dalam penggunaannya mencari informasi melalui internet khususnya melalui SEARCH ENGINE memang sangatlah mudah. Setiap orang dapat mencari informasi hanya dengan menulis apa yang akan dicari pada mesin pencari. Namun mesin pencari itu hanya mempunyai kelebihan dalam penelusuran yang cepat dan mudah saja, sedang ketepatan/keakuratan informasinya masih perlu dipetanyakan.
Menurut saya Perpustakaan sebagai sarana pencarian, penyimpanan, dan sarana temu balik informasi pada hakikatnya tidak akan mati selama ia dikelola dengan profesional. Kesiapan perpustakaan dalam menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, merupakan sebuah tuntutan yang harus direalisasikan, dimana sumber daya manusia dan kemampuan manusia untuk berinteraksi dengan lingkungannya menjadi faktor yang amat penting.
Teknologi informasi ini memberikan kemudahan luar biasa kepada pengguna untuk mengakses informasi lintas batas. Di sisi lain teknologi informasi, juga memberikan kemudahan bagi pengelola informasi/pustakawan untuk mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi yang dimilikinya. Di sinilah kesempatan dan juga tantangan bagi pengelola perpustakaan/pustakawan dalam menunjukkan jati dirinya, yaitu dengan menciptakan produk atau jasa baru, seperti E-BOOK,E-JOURNAL,DLL atau produk lama dengan kemasan baru, seperti Katalog Online, kreativitas, inovasi-inovasi baru kita gabungkan dengan penggunaan teknologi informasi.

Minggu, 08 April 2012

Perempuan Berkalung Sorban

Perempuan Berkalung Sorban
Starring : Revalina S Temat, Oka Antara, Widyawati, Joshua Pandelaki, Leroy Osmani, Cici Tegal, Ida Leman, Pangki Suwito, Risty Tagor, Berlian Febrianti, Reza Rahardian
Screenplay By : Ginatri S Noer, Hanung Bramantyo
Directed By : Hanung Bramantyo
Produced By : Starvision
Plot Outline : Sinopsis Film
Annisa adalah seorang perempuan anak kyai Salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Annisa (23th) perempuan dengan pendirian kuat, Cantik dan cerdas. Annisa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda Jombang, Jawa Timur.
Pesantren Salafiah putri Al Huda adalah pesantren kolot dan kaku. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Quran, Hadist dan Sunnah. Ilmu lain yang diperoleh dari buku-buku apalagi buku modern dianggap menyimpang. Karena itu para santri, termasuk Annisa, dilarang membaca buku-buku tersebut. Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim. Seorang muslimah yang baik menurut Islam adalah, tidak diperbolehkan membantah suami; Haram meminta cerai suami; selalu ikhlas menerima kekurangan dan kelebihan suami, termasuk jika suami berkehendak melakukan poligami; Tidak boleh berkata lebih keras dari suaminya, sekalipun dalam menyatakan ketidaksetujuan; Tidak boleh mengulur-ulur waktu bahkan menolak ketika suami mengajak berjimak; Ikhlas menerima pembagian waris sekalipun hanya ¼ bagian. (lebih kecil daripada bagian laki-laki).
Pelajaran itu membuat Annisa beranggapan bahwa Islam sangat membela laki-laki. Islam meletakkan perempuan sangat lemah dan tidak seimbang. Sejak kecil Annisa selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari Kyai.